Rabu, 23 Agustus 2023

Bagaimana Perjuangan Menghapuskan Politik Apartheid

Politik apartheid adalah sistem rasisme yang diterapkan oleh pemerintahan apartheid di Afrika Selatan pada tahun 1948 hingga 1994. Sistem ini memisahkan dan membatasi hak-hak orang kulit hitam, termasuk dalam bidang politik, ekonomi, dan sosial. Namun, ada banyak upaya dan perjuangan yang dilakukan oleh masyarakat Afrika Selatan dan dunia internasional untuk menghapuskan sistem ini.

Perjuangan menghapuskan politik apartheid dimulai pada tahun 1950-an. Pada saat itu, organisasi-organisasi seperti African National Congress (ANC) dan South African Communist Party (SACP) mulai memimpin gerakan perlawanan terhadap pemerintahan apartheid. Mereka melakukan aksi demonstrasi dan kampanye internasional untuk meminta dukungan dunia internasional dalam menghapuskan apartheid.

Pada tahun 1960-an, gerakan anti-apartheid semakin gencar. Gerakan ini dipicu oleh pembantaian Sharpeville pada tahun 1960, di mana polisi membunuh 69 demonstran yang sedang memprotes undang-undang apartheid. Setelah pembantaian ini, banyak negara di dunia yang memboikot Afrika Selatan dalam bidang politik, ekonomi, dan olahraga.

Boikot tersebut berdampak besar pada ekonomi Afrika Selatan. Karena banyak perusahaan dan negara yang tidak ingin berhubungan dengan pemerintahan apartheid, investasi asing turun drastis. Beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Inggris juga memberlakukan sanksi terhadap Afrika Selatan.

Selain boikot, gerakan anti-apartheid juga melakukan aksi sabotase dan gerilya. ANC memimpin gerakan tersebut dengan melancarkan serangan-serangan terhadap pemerintahan apartheid. Aksi ini berlangsung selama beberapa tahun, dan pada akhirnya memaksa pemerintah apartheid untuk membebaskan Nelson Mandela dari penjara pada tahun 1990.

Namun, perjuangan untuk menghapuskan apartheid tidak berhenti sampai di sini. Setelah Mandela dibebaskan, gerakan anti-apartheid terus melakukan kampanye dan aksi protes untuk memastikan bahwa sistem apartheid benar-benar dihapuskan dari Afrika Selatan. Pada tahun 1994, pemilihan umum pertama di Afrika Selatan dilakukan dan Mandela terpilih sebagai presiden pertama yang dipilih secara demokratis di negara tersebut.

Penghapusan politik apartheid di Afrika Selatan adalah sebuah perjuangan yang panjang dan berat. Namun, upaya dan perjuangan tersebut berhasil membebaskan orang-orang kulit hitam dari diskriminasi dan penindasan yang telah mereka alami selama bertahun-tahun. Perjuangan ini juga memberikan contoh bagi negara-negara lain di dunia bahwa perjuangan yang gigih dan terus-menerus dapat mengubah nasib dan memberikan kebebasan bagi masyarakat yang terzalimi.